Krisis Global Diduga Jadi Alasan Perusahaan untuk Pailit

Krisis Global Diduga Jadi Alasan Perusahaan untuk Pailit

- detikFinance
Jumat, 24 Okt 2008 16:42 WIB
Krisis Global Diduga Jadi Alasan Perusahaan untuk Pailit
Jakarta - Alih-alih menghindar dari tanggung jawab soal ketenagakerjaan sebagai dampak krisis global yang menyulitkan, banyak perusahaan-perusahaan yang diduga sengaja mempailitkan diri.
 
Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Gedung Departemen Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (24/10/2008).
 
Berdasarkan informasi yang ada, sekarang sudah banyak beberapa perusahaan tekstil khususnya garmen yang mencoba memanfaatkan momen krisis global untuk lepas tangan dari tanggung jawabnya dengan mengaku bangkrut. Padahal perusahaan-perusahan tersebut sudah bermasalah di pihak manajemennya.
 
"Setiap dugaan ada saja, jadi bisa ada saja sinyalemennya jadi jika mempailitkan justru itu menyulitkan mereka, kan judicial review terhadap UU No 37 tahun 2004 di tolak oleh MA," kata Fahmi.
 
Meskipun ia tidak memungkiri langkah semacam itu bisa saja dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang memanfaatkan kondisi sekarang ini.
 
Fahmi mencontohkan dampak krisis sekarang ini sudah banyak perusahaan yang efektif tekena imbasnya seperti industri tekstil dan produk tekstil (TPT). "Tekstil sudah sebagian kena," katanya.
 
Dikatakannya, produk lainnya juga terkena seperti baja yang banyak produsen negara lain telah mencari pasar baru dan Indonesia dijadikan pasar alternatif.
 
"Tadi pagi saya dapat informasi, satu pabrik baja yang memproduksi pipa di Semarang tutup akibat tertutupnya pasar di luar negeri," ujarnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads