Β
Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu di Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (24/10/2008). "Rencana sebelumnya akan disuntik Rp 80 miliar tapi akhirnya dikurangi menjadi Rp 50 miliar," katanya.
Β
Ia mengatakan, pengurangan dana tersebut dilakukan atas penyesuaian antara harga pokok produksi yang ditugaskan oleh Kementerian BUMN dengan harga penjualan beritanya. Jadi Kementerian BUMN hanya mensubsidi kekurangan yang menjadi selisihnya saja.
Β
Kendati selama ini Antara selalu mengalami kerugian akibat harga penjualan berita yang lebih rendah dari ongkos produksi, Kementerian BUMN tetap akan mempertahankan keberadaan kantor berita nasional tersebut.
Β
Karena keberadaan Antara dinilai menguntungkan banyak pihak, terutama media. "Kalau Antara tidak ada, apakah media akan menempatkan wartawannya di seluruh daerah? Nanti berita bisa didominasi dari Jakarta semua," ujarnya.
Β
Maka dari itu pemerintah tetap akan memberi subsidi kepada Antara setiap tahun supaya berita-berita dari daerah pelosok bisa tersebar ke seluruh nusantara.
Β
Saat ini, lanjut Said, rencana pembentukan Antara sebagai Perusahaan Umum (Perum), kajiannya sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan. "Saat ini prosesnya masih pada pembahasan neraca awal," imbuhnya. (ang/ir)











































