Hal itu disampaikan Menkeu/Menko Perekonomian Sri Mulyani di sela peringatan Hari Keuangan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (26/10/2008).
"Apakah itu melalui bentuk penurunan seperti pajak ekspor, CPO, atau dalam bentuk berbagai subsidi atau suku bunga. Nanti kita lihat dari komoditas per komoditas karena itu berbeda masing-masing. Bahkan bagi sektor yang labour insentif seperti elektronik dan tekstil itu tantangannya akan sangat berbeda," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka harus menyesuaikan dengan harga yang turun drastis. Baik itu di pertambangan maupun di komoditi pangan. Itu kan jadi salah satu tantangan. Kalau dulu dlm 10 bulan pertama fokus pemerintah adalah bagaimana melindungi masyarakat dari kenaikan harga yang cukup tinggi dan cepat,"ujarnya.
Untuk itu pemerintah banyak membuat berbagai kebijakan subsidi untuk bisa menstabilkan harga di tingkat konsumen.
"Tetapi sekarang fokus pemerintah adalah bagaimana supaya dari produsen mereka tetap bisa menjalankan suatu adjustment. Karena sama sekali sekali tidak melakukan penyesuaian juga sama sekali tidak mngkn. Mereka juga mulai mengurangi berbagai macam komponen mereka," ujarnya.
(ddn/ddn)











































