Ketiga negara itu adalah Ukraina, Islandia dan Hungaria. IMF sebelumnya mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan 5 negara untuk paket bantuan menghadapi krisis yakni dengan Hungaria, Islandia, Pakistan, Ukraina dan Belarusia.
Seperti dikutip dari situs IMF, Senin (26/10/2008), lembaga donor itu secara resmi mengumumkan telah mencapai kesepakatan pinjaman US$ 16,5 miliar dengan Ukraina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pinjaman itu masih harus mendapatkan persetujuan dari manajemen IMF dan Dewan Eksekutif, serta persetujuan dari legislasi di Ukraina.
"Ukraina telah mengembangkan paket kebijakan yang komperehensif, didesain untuk membantu negara tersebut memenuhi neraca pembayaran yang dibutuhkan akibat kolapsnya harga baja, gejolak pasar finansil global dan berhubungan dengan kesulitan sistem finansial Ukraina," demikian Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn.
IMF juga mengumumkan bahwa para stafnya telah mencapai kesepakatan dengan Islandia untuk paket bantuan senilai US$ 2,1 miliar.
"Misi staf IMF dan pemerintah Islandia hari ini telah mencapai kesepakatan untuk sebuah persetejuan referendum program bentuan ekonomi senesar SDR 1,4 miliar atau sekitar US$ 1,2 miliar," demikian pernyataan dari IMF.
Paket bantuan itu juga harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Eksekutif IMF pada November. Islandia selanjutnya dapat segera menarik SDR 560 juta atau sekitar US$ 833 juta setelah persetujuan keluar.
Sementara seperti dikutip dari AFP, Strauss-Kahn mengumumkan bahwa IMF telah mencapai kesepakatan bantuan untuk Hungaria, yang akan segera diumumkan dalam beberapa hari terakhir. Belum diketahui berapa paket bantuan yang dibutuhkan Hungaria.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asian Europe Meeting (ASEM) yang berlangsung di Beijing akhir pekan lalu meminta IMF untuk lebih berperan aktif dalam mengatasi krisis finansial dunia.
"Para pemimpin sepakat bahwa IMF harus memainkan peran penting dalam membantu negara-negara yang terkena dampak serius dari krisis melalui permintaan mereka," demikian pernyataan bersama ASEM.
Namun Indonesia, seperti dilontarkan oleh Presiden SBY sebelumnya, menyatakan tidak akan menggunakan jasa IMF lagi dalam menghadapi krisis finansial global ini. Indonesia akan mengutamakan sumber pendanaan internalnya.
"Kita sudah pengalaman dengan IMF saat menghadapi krisis lalu. Negeri kita trauma waktu IMF ikut mengatasi krisis di Indonesia. Saya berpendapat, kita tidak perlu lagi menggunakan IMF," ujar SBY saat jumpa pers di Peninsula Hotel, Beijing, China, Sabtu (25/10/2008).
(qom/qom)











































