"Kalau dia menaikkan harga itu bisa jadi bumerang," ujar Thomas Darmawan, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) dalam perbincangan dengan detikFinance, Senin (27/10/2008).
Thomas beralasan, harga bahan baku makanan dan minuman yang diimpor sudah mengalami penurunan akibat krisis global. "Harga-harga komoditas sudah mengalami penurunan hingga 40-50 persen," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika rupiah stabil di kisaran Rp 9.000 per dolar AS maka harga makanan dan minuman bisa turun sekitar 10-15 persen.
Di sisi lain, Thomas meminta pemerintah untuk menghapuskan biaya-biaya pungutan liar yang selama ini mencekik pengusaha dan juga menghapuskan PPN untuk BBM industri. Harga BBM khususnya solar untuk industri kini sudah berkurang Rp 4.000 menjadi sekitar Rp 7.000.
"Kalau PPN ini bisa dihapus maka akan membantu cash flow pengusaha," ujarnya. (ddn/ir)











































