Penyebab molornya perundingan ini disebabkan oleh faktor politis yang menghambat negara anggota-anggota peserta perundingan untuk mengambil langkah drastis.
Bahkan pada tahun depan agenda politik di beberapa wilayah seperti Eropa, AS dan Asia mulai banyak melakukan pemilihan umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencontohkan beberapa negara seperti AS pada November 2008 akan menyelenggarakan pemilu, disusul oleh India, Indonesia dan negara-negara Eropa pada 2009.
"Ini yang akan mempengaruhi dinamika perundingan, kemungkinan sangat-sangat tipis peluangnya pada tahun ini, kalau ada very-very small," katanya.
Menurutnya faktor krisis global saat ini bisa menjadi dua sisi yang berbeda, karena ada kemungkinan hal itu bisa mendorong mempercepat perundingan atau bahkan sebaliknya.
"Kalau ini tidak selesai, ada yang bilang perundingan WTO ini akan tidur selama 2 sampai 3 tahun kedepan," jelasnya,
Dikatakannya dampak langsung yang bisa terjadi Indonesia adalah terlambatnya rencana terbukanya pasar multilateral. Untuk itu, sebagai antisipasi molornya perundingan, pihaknya akan mencoba penjajakan peningkatan kerjasama bilateral.
"Krisis global bisa mempercepat atau melambat, bagaimanapun kepentingan dalam negeri masing-masing negara menjadi hal utama," jelasnya.
(hen/ddn)










































