Harga Minyak Bertahan di US$ 60-70 Hingga Akhir 2008

Harga Minyak Bertahan di US$ 60-70 Hingga Akhir 2008

- detikFinance
Senin, 27 Okt 2008 17:55 WIB
Harga Minyak Bertahan di US$ 60-70 Hingga Akhir 2008
Jakarta - Harga minyak mentah diperkirakan masih betah di level US$ 60-70 per barel hingga akhir tahun. Pemotongan produksi minyak OPEC diprediksi tidak akan membuahkan hasil.
 
Menurut mantan Gubernur OPEC untuk Indonesia sekaligus Komisaris Pertamina Maizar Rahman, besar kemungkinan harga ICP (Indonesia Crude Price) ikut tergelincir hingga di bawah US$ 60 per barel.
 
"Sampai akhir tahun ini saya prediksi harga minyak masih sekitar US$ 60-70 per barel. Bisa dibawah itu malah," kata disela-sela rapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (27/10/2008).
 
Ia menjelaskan, dalam keadaan normal memang seharusnya pemotongan produksi minyak anggota OPEC akan berpengaruh ke harga minyak. Tapi dengan kondisi sekarang yang tidak normal, maka langkah OPEC ini bisa jadi sia-sia.
 
"Sekarang kondisi belum normal karena dipengaruhi krisis keuangan. Sehingga di pasar berjangka terjadi pelepasan minyak secara besar-besaran, dan ini berpengaruh ke harga. Jadi pemotongan OPEC nggak berpengaruh," katanya.
 
Pergerakkan harga minyak yang tidak normal memang sudah terjadi sejak pertengahan 2007. Dimana saat itu harga minyak tidak lagi ditentukan dari tingkat pasokan dan permintaan melainkan spekulasi.
 
Sedangkan semenjak pertengahan 2008, faktor yang paling berpengaruh adalah kondisi keuangan AS.
 
"Karena itu kita tunggu saja sampai stabilisasi, dengan begitu maka fundamental bisa berpengaruh. Tapi itu mungkin baru terjadi tahun depan," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads