Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil di Istana Presiden, Jakarta, Senin (27/10/2008). Sofyan Djalil dan Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dipanggil oleh Presiden SBY, untuk menjelaskan kondisi perekonomian terkini selama ditinggalkan Presiden ke China.
"Kita akan cepat mempergunakan biodiesel karena biodiesel itu dibayar dengan rupiah, selain juga membantu sawit nasional," ujar Sofyan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sofyan, dengan pelemahan rupiah itu, semua BUMN akan diminta membawa pulang dolarnya. Sementara Pertamina akan diminta membayar transaksinya dalam rupiah sebisa mungkin.
"Pertamina yang bisa dibayar dengan rupiah harus dibayar dengan rupiah supaya mereka tidak banyak keluarkan dolar," jelas Sofyan Djalil.
"Kita lakukan minimalisasi penggunaan valuta asiang di BUMN agar suplai valas meningkat dan pengaruhi permintaan valas," imbuhnya.
Sementara Menkeu Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan terus melakukan evaluasi dan observasi atas pengaruh pelemahan nilai tukar rupiah ke APBN.
(anw/qom)











































