ICP Januari-Oktober 2008 Masih US$ 107,89

ICP Januari-Oktober 2008 Masih US$ 107,89

- detikFinance
Selasa, 28 Okt 2008 07:37 WIB
ICP Januari-Oktober 2008 Masih US$ 107,89
Jakarta - Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) hingga 24 Oktober 2008 sebesar US$ 73,9 per barel. Sementara untuk rata-rata ICP Januari-Oktober 2008 sebesar US$ 107,89.

Angka ini berarti masih lebih tinggi dari rata-rata ICP yang ditetapkan dalam APBNP 2008 sebesar US$ 83 per barel. Asumsi tersebut sudah mengalami perubahan dari APBN 2008 awal yang menetapkan asumsi ICP sebesar US$ 60 per barel.

Menurut data yang dikutip dari Departemen ESDM, Selasa (28/10/2008), rata-rata ICP dibandingkan perhitungan pertengahan Oktober yang lalu, hanya mengalami sedikit penurunan sebesar US$ 6,93 per barel. Hal ini dimungkinkan karena harga minyak dunia juga hanya mengalami sedikit penurunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harga minyak mentah di pasar New York pada perdagangan Senin kemarin ditutup masih terus merosot, dengan sentimen melemahnya permintaan akibat pelemahan ekonomi dunia.

Minyak jenis light pengiriman Desember turun 93 sen ke level US$ 63,22 per barel. Minyak light bahkan sempat turun hingga US4 61,30 per barel.

Sementara minyak jenis Brent pengiriman Desember sempat turun hingga US$ 59,02 per barel, yang merupakan level terendah sejak Februari 2007. Minyak Brent akhirnya ditutup turun 64 sen ke level US$ 61,41 per barel.

Turunnya harga minyak mentah dunia ini membuat sejumlah negara terus menurunkan harga BBM-nya. Sementara pemerintah Indonesia dan DPR kini masih terus berdiskusi untuk mengkaji kemungkinan itu.

Di AS, harga jual rata-rata bensin terus menurun hingga mencapai titik terendahnya sejak Maret 2007. Dalam seminggu terakhir, harga bensin di SPBU AS jatuh US$ 26 sen menjadi US$ 2,66 per galon (Rp 28.767 dengan kurs Rp 10.815/US$).

Dalam survey mingguan Departemen Energi AS, menurunnya harga minyak mentah dan anjloknya permintaan membuat ongkos penyediaan bensin ikut turun. Jika dihitung sejak Juli 2008 dimana harga bensin mencapai rekor tertingginya di level US$ 4,11 per galon, ongkos penyediaan bensin saat ini turun US$ 1,45 per galon. Β 

"Penurunan harga bensin ini merupakan salah satu titik terang bagi konsumen di tengah melemahnya kondisi ekonomi. Ini membuat para keluarga mempunyai uang tambahan untuk dibelanjakan barang dan jasa lainnya," demikian dilansir Reuters, Senin (27/10/2008) malam.

Tak hanya bensin untuk kendaraan yang turun, harga minyak dunia yang terus anjlok juga menurunkan harga minyak untuk pemanas. Hal ini akan meringankan beban konsumen yang memang banyak memburu pemanas untuk menghadapi musim dingin.

Selain bensin, data EIA menyatakan harga rata-rata minyak diesel juga mengalami penurunan sebesar US$ 19 sen menjadi US$ 3,29 per galon. Harga ini merupakan yang terendah sejak Februari 2008, meskipun masih lebih mahal US$ 13 sen ketimbang setahun lalu.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads