Demikian disampaikan Menteri Perindustri Fahmi Idris, usai acara sosialisasi SKB 4 menteri upah minimum di Gedung Depnakertrans, di Jakarta, Selasa (28/10/2008).
"Kenaikan kurs ini, disatu pihak akan terkena khususnya industri yang memakai bahan baku penolong impor, yaitu ada juga yang menggembirakan yaitu para eksportir, komoditi yang tidak ada komponen impornya itu gembira itu kalau terjadi perlemahan rupiah," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Fahmi, secara keseluruhan pelemahan rupiah akan berdampak pada perkekonomian nasional. Yang pada ujungnya akan akan mengganggu postur APBN secara keseluruhan.
"Melemahnya rupiah itu pasti akan mengganggu stabilitas makro, kalau bicara APBN misalnya mengenai nilai tukar acuan itu maksimal 9.500, inflasi 12 %. Jadi kalau terjadi itu maka akan terjadi berbagai perubahan mendasar dari APBN, jadi asumsi yang ditetapkan itu akan mempengaruhi perubahan, makro perekonomian kita akan terpengaruh," katanya. (hen/qom)










































