Menurut Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), setoran dividen Pertamina kepada pemerintah tahun 2009 berpotensi menurun dari target Rp18 triliun menjadi hanya Rp15 triliun.
"Dividen Pertamina berpotensi menurun, jadi masih belum aman. Tapi dividen non pertamina masih aman," kata Sekretaris Kementerian BUMN M Said Didu, usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR tentang Setoran BUMN 2009 di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/10/2009)
Ia mengatakan, BUMN non Pertamina diproyeksikan mampu memenuhi target dividen karena sebagian besar kinerjanya tidak terpengaruh oleh harga minyak dunia. "Saya tidak menyatakan setoran Pertamina tidak aman sama sekali karena resiko itu bisa diselesaikan. Tapi caranya belum bisa saya sebutkan," imbasnya.
Ia mengatakan, ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menetapkan dividen yaitu pertama dari keuntungan dan cash flow perusahaan itu sendiri.
Dalam hal arus kas, Pertamina masih diuntungkan dengan memaksimalkan penagihan piutang perseroan di sejumlah BUMN seperti PLN, TNI, Garuda Indonesia, Merpati. "Jadi masih ada celahnya untuk meningkatkan dividen Pertamina," ujarnya.
(ang/ddn)











































