Pertamina dan PLN Kejar Stok BBM dan Batubara

Pertamina dan PLN Kejar Stok BBM dan Batubara

- detikFinance
Rabu, 29 Okt 2008 14:17 WIB
Pertamina dan PLN Kejar Stok BBM dan Batubara
Jakarta - Gelombang tinggi biasanya menerjang beberapa kepulauan di Indonesia saat menjelang akhir tahun. Stok BBM dan batubara untuk pembangkit pun dikejar agar mencukupi sebelum gelombang tinggi menghadang.
Β 
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal mengakui pihaknya agak was-was dengan datangnya gelombang tinggi kali ini.
Β 
"Tangki kita terbatas, jadi kita juga cari-cari cara gimana caranya tetap bisa kirim BBM ke pulau-pulau. Terutama di wilayah Indonesia Timur," katanya di Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (29/10/2008).
Β 
Hal serupa disampaikan Direktur PLN Jawa Bali Madura Murtaqi Syamsuddin. Menurutnya PLN akan mengejar agar semua pembangkit bisa memiliki stok batubara untuk 30 hari sebelum akhir tahun.
Β 
"PLN berusaha untuk menambah stok minimum sebelum akhir tahun ini. Ini juga ada kendala-kendalanya," katanya.
Β 
Murtaqi menuturkan, sebenranya PLN sudah melakukan penambahan stok batubara sejak bulan Juli. Tetapi pada waktu itu harga batubara sedang tinggi-tingginya dan pemasok batubara banyak yang lebih tertarik mengekspor ketimbang memasok dalam negeri.
Β 
"Mereka lebih senang dipenalti daripada memasok ke PLN yang harganya jauh lebih rendah dari ekspor," katanya.
Β 
Murtaqi pun mengaku cemas jika pemasok batubara terus berorientasi pada pasar. "Pasokan kita bisa terganggu kalau behaviour pemasok batubara itu sangat berorientasi pada pasar," katanya.
Β 
Saat ini stok batubara untuk tiap pembangkit PLN berbeda-beda. Stok batubara PLTU Tanjung Jati sudah mendekati 30 hari, PLTU Suralaya baru mencapai 30 hari pada pertengahan November. Sementara PLTU Cilacap hingga kini masih agak kurang.
Β 
Untuk itu PLN berharap pemerintah segera menerapkan domestic market obligation (DMO). "Kita berharap keinginan pemerintah untuk bisa menjaga pasokan ke dalam negeri ini melalui mekanisme DMO bisa secepatnya," katanya.
Β  (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads