Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menuturkan, stok Solar saat ini mencapai 26 hari. Padahal rata-rata stok BBM nasional hanya sekitar 21 hari.
"Stok solar kita sangat tinggi. Sampai bingung mau ditaruh dimana nantinya. Sepertinya ada penurunan penggunaan oleh industri karena aktivitasnya juga menurun," katanya di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (29/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan karakteristik demikian, maka konsumsi Solar bersubsidi dan non subsidi bisa menjadi ukuran seberapa tinggi aktivitas industri di Indonesia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro juga menyatakan aktivitas industri yang tinggi membuat konsumsi solar bersubsidi melebihi kuota yang sudah dipatok APBNP 2008. Padahal sektor industri harusnya menggunakan solar non subsidi, bukan solar bersubsidi.
"Karena sempat ada perbedaan harga yang cukup tinggi. Industri itu jadi beralih memakai solar yang bersubsidi," katanya dalam rapat dengan Komisi VII beberapa waktu lalu.
Kuota solar bersubsidi dalam APBNP 2008 sudah habis di bulan Oktober ini. Sementara untuk dua bulan mendatang, pemerintah terpaksa menambah pasokan solar di luar kuota APBNP sebanyak 1,93 juta kiloliter.
(lih/ddn)











































