Eksportir Harus Bisa Identifikasi Pasar Saat Krisis

Eksportir Harus Bisa Identifikasi Pasar Saat Krisis

- detikFinance
Kamis, 30 Okt 2008 13:43 WIB
Eksportir Harus Bisa Identifikasi Pasar Saat Krisis
Surabaya - Pelaku ekspor harus berani melakukan identifikasi pasar untuk memasarkan barang hasil produksinya di saat krisis finansial saat ini.

"Tidak bisa ke pasar ke tradisional lagi tapi kalau bisa ya tetap, tap kita harus mencari pasar lain lagi yang non tradisional," kata Staf Ahli Menteri Perdagangan RI Hesti Indah Kresnarini usai Seminar Nasional Pengembangan Disain dan Ekonomi Kreatif di Gedung Rektorat ITS, Sukolilo, Surabaya, Kamis (30/10/2008).

Para pedagang atau pelaku ekspor bisa mengekspor barang dagangannya ke timur tengah seperti Arab Saudi, Eropa Timur seperti Rusia dan Asia Timur seperti Korea Selatan dan Jepang. Namun barang yang diekspor juga tetap harus terpilih dan spesifik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini harus dikaji dulu barang apa yang bisa masuk ke negara-negara tersebut. Kita bisa sendiri kita harus bersama para pelaku dan berkoordinasi dan kita arahkan ke pasar yang dituju," ujarnya.

Salah satu bisnis yang bisa dikembangkan adalah industri kreatif adalah asesoris, furnitur, kulit dan lainnya

Menurutnya, krisis global yang melanda dunia diperkirakan masih akan terasa hingga tahun 2009 mendatang termasuk di Indonesia.

Karena masih adanya ancaman krisis global tahap kedua maka para pedagang atau pelaku ekspor Indonesia diminta untuk mengembangkan strategis bisnis yang berbeda dengan strategi bisnis yang dikembangkan saat ini.

"Mau tidak mau dampak krisis ini mempengaruhi ekspor Indonesia. Awal tahun depan maupun semester II-2009, tentunya kita harus mulai mengembangkan strategi bisnis tidak seperti yang lalu," kata Hesti. (wln/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads