Pasar Makanan Olahan Masih Tumbuh 20%

Pasar Makanan Olahan Masih Tumbuh 20%

- detikFinance
Kamis, 30 Okt 2008 19:05 WIB
Pasar Makanan Olahan Masih Tumbuh 20%
Jakarta - Pasar makanan olahan khususnya untuk produk roti kemasan masih diperkirakan terus tumbuh hingga 20% per tahun. Kebutuhan masyarakat terhadap makanan alternatif untuk roti masih tinggi, meskipun roti kemasan masih menjadi makanan cemilan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Marketing PT D&D Food Industry, Budi D. Dawis dalam acara konferensi pers produk Dindibread di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (30/10/2008).

"Berdasarkan survei konsumen, pertumbuhan industri roti bisa tumbuh 20%, roti kemasan bisa tumbuh pada kisaran yang sama, hingga kini kami sudah berivestasi Rp 15 miliar," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya dengan proyeksi dan potensi yang masih tinggi, produk roti kemasan terutama untuk segmen menengah masih cukup baik peluangnya, di tengah ancaman penurunan daya beli karena krisis global.

"Kita lakukan terobosan yaitu menawarkan teknologi Jepang dengan rasa roti lokal," ujarnya.

Hingga kini kapasitas produksi terpasang mencapai 200 ribu pieces per hari, yang rencananya akan terus ditingkatkan sesuai dengan permintaan roti kemasan tahun depan.
 
Budi menambahkan bahwa hingga kini pihaknya belum terpengaruh signifikan terhadap gejolak krisis karena hampir sebagian besar bahan baku menggunakan produk lokal.

"Kita pakai 85% barang lokal, tepung, cokelat, 15% bahan baku masih diimpor sejenis mentega khusus misalnya," jelasnya.

Karena mengincar segmen menengah maka harga yang ditawarkan berkisar Rp 3.800  sampai Rp 4.500 yang mencakup  8 varian dari target  13 varian.

Sadar akan kompetisi dengan produk sejenis, sistem pemasaran yang dikembangkan DindiBread terbagi dalam dua pendekatan yaitu melalui penjualan langsung kepada konsumen dan melakukan penetrasi ke tradisional market seperti toko kelontong, dan beberapa minimarket atau supermarket.

Target hingga tahun 2009, Dindibread menargetkan menguasai pangsa pasar roti kemasan di wilayah Jabodetabek 50% dari total pasar US$ 200 juta per tahun. Sedangkan total konsumsi pasar roti  nasional per tahun mencapai US$ 500 juta. (hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads