Beberapa langkah yang akan dilakukan antara lain percepatan program penanaman kembali atau peremajaan pohon, cara ini diharapkan bisa menekan produksi karet alam di pasar sebesar 215.000 ton pada tahun depan.
Selain itu ada beberapa langkah lainnya seperti pembatasan izin investasi perkebunan karet dan mengurangi intensitas penyadapan karet. Misalnya saja Indonesia akan menerapkan pembatasan pemberian izin usaha perkebunan. Sementara Thailand akan melakukan diversifikasi lahan karet dengan tanaman lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mari, kesepakatan ini tertuang dalam pertemuan International Tripartit Rubber Council (ITRC) dan International Rubber Consortium Limited (IRCo) beberapa waktu lalu di Bangkok Thailand tanggal 29 Oktober 2008.
Dalam pembahasan yang sama disepakti bahwa para eksportir karet ASEAN harus menjalankan semua kontrak-kontrak karet tetap berjalan sehingga diharapkan mampu membantu stabilitas harga karet alam.
Diantaranya dengan tidak memberikan diskon, pembatalan kontrak dan jika terjadi sengketa diharapkan bisa diselesaikan secara damai atau cara arbitrase.
(hen/ddn)











































