Deindustrialisasi RI Belum Terbukti

Deindustrialisasi RI Belum Terbukti

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2008 16:18 WIB
Deindustrialisasi RI Belum Terbukti
Jakarta - Kekhawatiran terjadinya deindustrialisasi (pengurangan jumlah industri) di Indonesia tampaknya belum terbukti. Data Badan Pusat Statistik (BPS) justru mencatat produksi industri pengolahan besar dan sedang terus tumbuh.

BPS mencatat, Produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang pada Triwulan III Tahun 2008 naik sebesar 1,60 persen dibandingkan Triwulan III Tahun 2007 (y-on-y).

Industri penyumbang utama kenaikan tersebut adalah industri alat angkutan selain kendaraan bermotor roda empat atau lebih sebesar 48,03 persen serta industri furnitur dan pengolahan lainnya sebesar 43,43 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dibandingkan triwulan II-2008 atau secara quarter to quarter (q to q), maka produksi industri pengolahan besar dan sedang tercatat naik 3,30%. Kenaikan tersebut terutama karena kontribusi dari kenaikan Industri Radio, Televisi, dan Peralatan Komunikasi, serta Perlengkapannya sebesar 15,21 persen, Industri Makanan dan Minuman sebesar 10,39 persen, dan Industri Pengolahan Tembakau sebesar 9,10%.

"Jadi dengan angka-angka itu, kekhawatiran deindustrialisasi dan penurunan produksi di sektor industri tidak terlihat karena nyatanya produksi industri pengolahan besar dan sedang pada triwulan III-2008 naik 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2007," jelas Kepala BPS Rusman Heriawan dalam konferensi pers di kantor pusat BPS, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (3/11/2008).

Khusus untuk bulan September 2008, produksi Industri Pengolahan Besar dan Sedang mengalami penurunan produksi sebesar 1,79 persen dari bulan Agustus 2008 (m-to-m). Begitu juga produksi industriΒ  pada bulan September 2008 menurun sebesar 0,85 persen dari bulan September 2007 (y-on-y).

Namun pertumbuhan produksi industri dari suatu bulan ke bulan berikutnya (m-to-m) selama Januari sampai dengan September Tahun 2008 relatif berfluktuasi. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads