"PTP dengan Bulog membangun jaringan distribusi alternatif, Bulog tidak akan memonopoli, bukan Bulog zaman dulu, sehingga PTP akan punya distributi alternatf, fungsinya adalah bagaimana revitalisasi pabrik gula itu jalan dan tapi kita juga menjamin harga gula di tingkat petani, pedagang dan konsumer tidak akan naik," kata Menneg BUMN Sofyan Djalil usai acara MoU, di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (3/11/2008).
Ia mencontohkan bahwa jaringan distribusi yang terintegrasi telah diterapkan pula di perusahaan semen plat merah Semen Gresik, dan Indofood, sedangkan PTPN belum punya jaringan serupa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kehadiran Bulog sebagai distributor gula mengingatkan pada peran Bulog waktu lalu, namun kali ini Bulog hanya bertugas sebagai distibusi gula produksi PTPN II, VII, IX,X,XI,XIV dan RNI. Berbeda denga beras yang saat ini Bulog menguasai dari hulu hingga hilir.
Untuk tahap pertama tahun 2008 ini, Bulog ditugaskan untuk menyalurkan Gula putih sebanyak 40% dari produksi gula beberapa produsen gula BUMN tadi, atau diperkirakan akan mencapai 300.000 sampai 400.000 ton di 2008.
Pelaksanaan tahap awal tugas ini, akan dilakukan evaluasi dua bulan kedepan kalau berhasil maka akan ditambahkan hingga 60%. Tahap awal Bulog akan distribusikan setengah dari 900.000 ton atau total produksi PTPN dan gula rakyat.
(hen/ddn)











































