Minyak Anjlok Tajam Hingga 6%

Minyak Anjlok Tajam Hingga 6%

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2008 07:07 WIB
Minyak Anjlok Tajam Hingga 6%
Jakarta - Harga minyak mentah dunia yang sempat naik, lagi-lagi anjlok tajam. Para pialang kembali mendapatkan tanda-tanda yang menguatkan persepsi bahwa permintaan minyak dunia akan turun tajam.

Pada perdagangan Senin (3/11/2008) di New York, minyak jenis light untuk pengiriman Desember anjlok hingga 3,90 dolar ke level US$ 63,91 per barel.

Di London, minyak jenis Brent pengiriman Desember juga anjlok 4,84 dolar ke level US$ 60,48 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal yang paling menghancurkan harga minyak hari ini adalah data yang menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur AS selama Oktober turun ke level terendahnya dalam 26 tahun terakhir, yang berarti bertambahnya kekhawatiran melemahnya permintaan," ujar Phil Flynn, analis dari Alaron Trading seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/11/2008).

"Menufaktur seharusnya bisa menjadi indikator yang besar untuk permintaan minyak, namun jika sektor ini melemah, maka harus ada perjuangan keras untuk menjaga permintaan minyak tetap naik," imbuhnya.

Faktor Aktifitas AS, yang menjadi barometer bagi permintaan minyak kedepan, turun tajam seiring terjadinya krisis finaisial. Institute for Supply Management mengungkapkan, indeks aktivitas pabrik nasional AS turun ke 38,9 selama Oktober, dibandingkan 43,5 selama September.

Penurunan permintaan juga kemungkinan terjadi di Eropa. Komisi Eropa sebelumnya mengingatkan bahwa krisis finansial terburuk dalam satu dekade ini telah menjungkalkan ekonomi Eropa ke resesi.

"Eropa membawa lagi fokus ke permintaan energi, dimana melemahnya pertumbuhan ekonomi global memberikan prospek yang suram," ujar Mike Fitzpatrick dari MF Global seperti dikutip dari AFP. (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads