Pada perdagangan Senin (3/11/2008) di New York, minyak jenis light untuk pengiriman Desember anjlok hingga 3,90 dolar ke level US$ 63,91 per barel.
Di London, minyak jenis Brent pengiriman Desember juga anjlok 4,84 dolar ke level US$ 60,48 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menufaktur seharusnya bisa menjadi indikator yang besar untuk permintaan minyak, namun jika sektor ini melemah, maka harus ada perjuangan keras untuk menjaga permintaan minyak tetap naik," imbuhnya.
Faktor Aktifitas AS, yang menjadi barometer bagi permintaan minyak kedepan, turun tajam seiring terjadinya krisis finaisial. Institute for Supply Management mengungkapkan, indeks aktivitas pabrik nasional AS turun ke 38,9 selama Oktober, dibandingkan 43,5 selama September.
Penurunan permintaan juga kemungkinan terjadi di Eropa. Komisi Eropa sebelumnya mengingatkan bahwa krisis finansial terburuk dalam satu dekade ini telah menjungkalkan ekonomi Eropa ke resesi.
"Eropa membawa lagi fokus ke permintaan energi, dimana melemahnya pertumbuhan ekonomi global memberikan prospek yang suram," ujar Mike Fitzpatrick dari MF Global seperti dikutip dari AFP. (qom/qom)











































