Penetrasi Sistem Resi Gudang Masih Rendah

Penetrasi Sistem Resi Gudang Masih Rendah

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2008 11:56 WIB
Penetrasi Sistem Resi Gudang Masih Rendah
Jakarta - Sejak sistem resi gudang diperkenalkan pada tahun lalu sebagai sebuah alternatif pembiayaan keuangan bagi para petani, ternyata hingga kini ternyata penetrasinya masih terbilang rendah.

Setidaknya berdasarkan proyek percontohan sistem resi gudang di empat daerah, hingga kini hanya mencakup 305 ton komoditas dikeluarkan sebagai surat berharga (resi) gudang yang mencakup 15 resi gudang dengan nilai kurang lebih Rp 1 miliar.

Padahal resi gudang diharapkan sebagai sarana membantu petani untuk bisa menekan kerugian pada saat harga komoditas yang diproduksinya turun dengan terlebih dahulu menjaminkan produknya ke resi gudang. Dari penjaminan itu para petani akan mendapatkan surat berharga atau resi jaminan yang bisa diagunkan ke perbankan untuk mendapatkan kredit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KepalaΒ  Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Deddy Saleh mengatakan bahwa hal ini terjadi karena masih terbatasnya sosialisasi mengenai sistem resi gudang terutama di daerah-daerah sentra penghasil komodiri pertanian.

Hingga kini hanyaΒ  ada empat lokasi pilot project sistem resi gudang di Indonesia yaitu diΒ  Indramayu, Banyumas, Jombang untuk komoditi gabah dan GowaΒ  untuk komoditi jagung.

Bappebti hingga kini hanya baru mengizinkan penerapan resi gudang terhadap 8 komoditi pilihan yait gabah, beras,jagung, kakao, rumput laut, padi dan tidak menutup kemungkinan sawit juga akan dimasukan.

Bappebti mencatat setidaknya hingga kini ada 6 pengelola gudang yang mendapat persetujuan Bappebti, 2 lembaga untuk inspeksi gudang dan 1 lembaga sertifikas mutu yaitu sucofindo.

Dikatakan Deddy, selain melakukan sosialisasi yang gencar berbagai daerah, pihaknya juga mendorong upaya memperlancar sistem ini dengan memberi bantuan yang bisa diberikan dalam bentuk subsidi bunga, atau memberikan bunga lebih rendah pada saat petani mengajukan kredit dari resi yang ia peroleh.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menambahkan, dengan diterapkannya sistem ini setidaknya ada beberapa keuntunganΒ  yang bisa diperoleh yaitu standar peningkatan mutu terhadap komoditas dan akses yang longgar petani terhadap lembaga keuangan.

"Sistem resi gudang bisa sebagai juru penyelamat ditengah anjloknya harga komoditas, yaituΒ  bagaimana petani bisa mengakses kredit juga," kata Mari dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (4/11/2008).

Sementara itu Country Manager International Finance Corporation (IFC)Β  Adam SackΒ  dalam kesempatan yang samaΒ  mengatakanΒ  bahwa Indonesia menjadi negara pelopor dalam penerapan sistem resi gudang di kawasan Asia Tenggara setelah diterapkan di Bulgaria dan Kazakhstan.

"Di KazakhstanΒ  sudah bisa mencapaiΒ  US$1 juta dollar lebih, di BulgariaΒ  pun cukup berhasil," katanya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads