Pertamina Tak Masalah Harga BBM Turun

Pertamina Tak Masalah Harga BBM Turun

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2008 12:03 WIB
Pertamina Tak Masalah Harga BBM Turun
Jakarta - Pertamina mengaku tidak terpengaruh oleh rencana penurunan harga BBM subsidi. Tentunya jika harga BBM subsidi diturunkan, maka pemerintah harus menambah subsidi ke Pertamina.

"Nggak apa-apa, gak ada pengaruhnya bagi perusahaan, hitungan kita kan menggunakan harga pasar, jadi pemerintah menetapkan harga berapa saja, bagi kita gak ada masalah," ujar Dirut PT Pertamina Ari H Soemarno kepada wartawan di Gedung Garuda, Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (4/11/2008).

Meskipun harga BBM turun, setoran dividen Pertamina kepada pemerintah tidak akan terpengaruh. "Sampai akhir tahun juga tidak ada masalah, gak ada pengaruh sama sekali pada kinerja dan dividen," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mekanisme penghitungan subsidi Pertamina dan pemerintah saat ini menggunakan formula MOPS plus alpha 9 persen.

"Karena kita kan dihitung MOPS plus 9 persen, kalau harga yang dijual di bawah 9 persen, misalnya sekarang itu harga MOPS plus 9 persen sekitar Rp 7.000, jadi kalau disuruh jual Rp 6.000 berarti ada 1.000 yang akan disubsidi, itu dibayar ke kita. Jadi mau dihargain berapa tidak masalah," ujarnya.

Departemen ESDM sebelumnya mengajukan usulan penurunan harga Solar atau Premium dalam kisaran Rp 500-800 per liter. Tapi jika penurunan harga BBM subsidi dilakukan tahun ini, maka pemerintah membutuhkan tambahan subsidi sekitar Rp 3 triliun.
 
Harga BBM bersubsidi siap diturunkan. Pasalnya beberapa skenario penurunan harga yang diusulkan Departemen ESDM menggunakan asumsi ICP US$ 70 per barel. Pada kenyataanya, ICP rata-rata bulan Oktober 2008 sudah mencapai US$ 70,76 per barel.
 
"Kita pakai asumsi ICP US$ 70 per barel," ujar Dirjen Migas Evita Legowo disela Indonesia Japan Expo di Jakarta International Expo, Jakarta, Selasa (4/11/2008).
 
Selain ICP, Evita menuturkan pihaknya juga menggunakan asumsi nilai tukar rupiah Rp 10.000/US$. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads