Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam orasi ilmiahnya di Kampus IPB, Bogor mengatakan, krisis yang saat ini terjadi disebabkan oleh economic bubble atau penggelembungan ekonomi.
"Saat ini banyak ketimpangan antara negara maju dengan negara miskin. Terjadi ketimpangan supply and demand, peran multinational corporation dan bubble economic," ujar presiden, Selasa (4/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti halnya gelembung, jika ditusuk, cess.. akan pecah. Hati-hati dengan economic bubble," kata SBY memperingatkan.
"Kita harus hemat, optimistis, serta kampanye secara global untuk melawan bubble economic," tambahnya lagi.
Di samping itu, untuk menjauhkan negara-negara kawasan dari krisis, SBY mengusulkan agar dipertimbangkan penggunaan mata uang secara global.
"Dunia butuh one single global currency. Suatu saat mungkina akan ada ASEAN currency, seperti halnya Euro saat ini," SBY mencontohkan.
SBY juga meminta agar semua pihak senantiasa menyadari bahwa krisis ini adalah masalah bersama yang harus diatasi secara global dengan bersama-sama pula.
(anw/qom)











































