"Revenue banyak developer akan terpangkas. Kenaikan suku bunga perbankan akan mendorong mereka memangkas marjin agar dapat bertahan," ujar Associate Director PT Procon Indah, Utami Prastiana usai paparan di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (4/11/2008).
Utami menjelaskan, sekitar 80% dari properti yang terjual umumnya dilakukan melalui pembiayaan perbankan, yaitu dengan fasilitas kredit atau dari sudut pandang pengembang digolongkan sebagai pra penjualan (pre sales). Hanya 20% yang melakukan pembelian dengan tunai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utami menambahkan, lantaran permintaan dipastikan menurun, para pengembang akan memikirkan cara agar proyeknya tetap dapat bertahan dan dilanjutkan hingga rampung.
"Bagi properti yang sudah establish mungkin masih bertahan. Namun properti yang masih dibangun dan dana penggarapannya bergantung pada pemasukan dari pre sales, akan cukup kritis," ujar Utami.
Menurut Utami, bagi pengembang yang salah satu pendanaannya mengandalkan pre sales hanya punya satu pilihan yaitu memangkas marjin.
"Para pengembang tersebut harus memangkas marjin yang mereka peroleh agar proyeknya dapat bertahan. Sebab jika tidak, tingkat pembelian tidak akan mencapai target," ujar Utami.
Dengan tipisnya marjin, Utami memproyeksikan pendapatan para pengembang di 2009 bakal terpangkas, jika tidak rugi setidaknya pertumbuhan perolehan pendapatan bakal terkoreksi. (dro/ir)










































