Setidaknya ada 1 pabrik gula di Jawa Timur yang tutup. Apabila anjloknya harga gula saat ini tidak segera dikendalikan maka pabrik-pabrik gula sejenis akan segera menyusul.
"Sekarang ini sudah ada satu pabrik gula yang tutup di Situbondo yaitu Olean mulai tutup, dengan kapasitas 1000 ton per hari, ini akan disusul dengan yang lain," kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil, saat dihubungi detikFinance, Selasa (4/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dukung Bulog Sebagai Distributor Gula
Sementara itu, kalangan petani tebu rakyat sangat mendukung upaya Perum Bulog menjadi distributor produk gula produksi PTPN dan RNI.
Sehingga dengan demikian Bulog bisa berperan dalam menjaga stabilitas harga gula dalam negeri agar bisa diterima petani, produsen dan konsumen.
"Saya melihat harusnya Bulog bukan hanya sebagai distrubutor, tapi juga sebagai pengendali keseimbangan kepentingan produsen dan konsumen, pasar harus dibentuk oleh Bulog, jaring distribusi harus dibenahi," serunya.
Menurut Arum, dengan masuknya Bulog sebagai pemain baru didistrubusi gula produk-produk gula PTPN dan RNI akan berdampak pada perlawanan terhadap pihak-pihak yang tidak senang, dengan membawanya pada isu-isu politik dan persaiangan perdagangan.
"Pasti Bulog akan berhadapan dengan pemain lama karena itu Bulog harus didukung secara politik. Yang saya khawatirkan, para pemain yang tidak senang tampil, dimasukkan wadah politik di Senayan bisa saja menyerang dengan isu kartel lah, monopoli," katanya.
Dikatakannya bahwa peranan Bulog bukan hanya bermain di beras, tapi juga di sektor pangan secara keseluruhan termasuk diantaranya gula.
"Hitungan saya PTPN dan RNI itu total 700.000 ton gula sisanya 2 juta ton milik tebu rakyat, kalau Bulog masuk jangan setengah-setengah baik hasil petani, RNI dan PTPN berapa pun yang dihasilkan harus diakomodir oleh Bulog," ujarnya.
(hen/ddn)











































