Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menjelaskan, PHK masal ini tidak terhindarkan karena kondisi pengusaha makin sulit sejak krisis karena order terus menurun.
"Penurunan permintaan dari luar negeri pasti terjadi. Kalau pengusaha tidak dapat order terus menerus, bisa 10% pekerja bisa dirumahkan tahun depan," katanya disela Rakornas Kadin Indonesia Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (5/11/2008).
Menurut Sofjan, pemutusan hubungan kerja ini paling banyak akan terjadi di sektor yang labour intensif seperti garmen, tekstil, eletronik dan industri sepatu kelas kecil.
Untuk itu, ia sebenarnya berharap ada pengertian baik dari pemerintah maupun para pekerja agar bisa menghadapi krisis ini bersama-sama. Salah satu yang menjadi titik penting untuk mengurangi beban pengusaha adalah mengenai ongkos untuk para pekerjanya.
"Bahkan ada para pekerja yang bersedia UMR-nya nggak naik, asalkan dia tetap kerja. Yang penting dia tetap dapat pemasukkan," tambahnya.
Sofyan menambahkan, dampak krisis global terhadap Indonesia memang baru terasa di sektor komoditas untuk tahun ini. Namun tahun depan, dampak ini diperkirakan akan meluas ke sektor manufaktur. (lih/ddn)











































