Kemenangan Obama di Mata Indonesia

Kemenangan Obama di Mata Indonesia

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2008 13:13 WIB
Kemenangan Obama di Mata Indonesia
Jakarta - Presiden AS yang baru Barack Obama dibebani tugas yang sangat berat dalam mereformasi sistem keuangan AS. Obama harus memperbaiki kesalahan dalam sistem keuangan AS yang menyebabkan krisis global merebak.

Hal tersebut disampaikan ekonom Christianto Wibisono di sela-sela seminar ISEI di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (5/11/2008).

"Saya harapkan AS dapat mengoreksi juga kesalahan ini. Kesalahan ini terbesar di AS, sistem keuangan as telah menciptakan produk derivatif yang kriminal. Kriminal yang diizinkan untuk menguras duit orang banyak di seluruh dunia. Jadi yang dijual di Wall Street itu sertifikat-sertifikat aspal. Sertifikat yang aspal selama tujuh kali itu tidak ada realnya dijual," ujarnya..

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penasehat ekonomi Obama seperti George Soros, Robert Rubbin, Lawrence Summers harus memberikan nasihat agar Obama jangan mengulangi kesalahan yang sudah dilakukan.

"Sebenarnya ini kesalahan multi partai. Semua terlibat utang di AS. Produk-produk itu harus dianggap sebagai penipuan," ujarnya.

Sebagai presiden AS kulit hitam pertama berarti Amerika lolos dari sejarah, AS membuktikan bahwa AS bisa memilih siapapun yang dianggap sebagai yang terbaik yang bisa mengawasi sistem keuangan dunia.

"Kepemimpinan AS harus ditantang agar mereka harus merombak dan untuk membentuk lembaga supra nasional baru yang mampu mengawasi sistem keuangan dunia agar tidak terulang lagi," ujarnya.

Untuk memperbaiki kesalahan sistem keuangan itu, pemerintah AS di bawah administrasi Obama harus merangkul negara-negara di negara Eropa dan Asia seperti Indonesia.

"Indonesia harus masuk ke G-20, masukkan konsep kita untuk reformasi keuangan dunia. AS harus menghargai pemegang saham lain di Eropa dan Asia. Sekarang yang punya duit banyak itu Arab dan China, mereka harus diajak. Indonesia dalam G-20 mewakili ASEAN harus bisa merombak struktur itu" ujarnya

Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan dengan kemenangan Obama maka filosofi pengaturan keuangan akan mengalami perubahan. "Standar sektor keuangannya akan lebih ke tengah dan ke kiri. Jadi akan jauh berbeda dari yang ada pada saat ini," ujarnya.

Sementara itu pengusaha Indonesia juga lebih suka pria kulit hitam yang pernah tinggal di Indonesia ini yang menang menjadi orang nomor satu di AS.
 
Kenapa? Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi, karakteristik Barack Obama yang selalu menyelesaikan masalah dari internal dinilai akan menguntungkan Indonesia.
 
Jika Obama fokus menangani krisis AS dari dalam negeri AS sendiri, maka ekonomi AS bisa lebih cepat pulih.
 
"Obama kan selalu berusaha menyelesaikan masalah dari dalam, apalagi kalau dia didukung anggota Kongress yang sebagian besar Demokrat. Maka penyelesaian krisis bisa lebih cepat," katanya disela Rakornas Kadin Indonesia Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional di Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (5/11/2008).
 
Jika penyelesaian krisis ekonomi AS lebih cepat, maka diharapkan dampaknya juga akan segera terasa melalui pesanan-pesanan untuk industri ke Indonesia.
 
"AS memang bukan lagi satu-satunya super power ekonomi dunia, sekarang ada Jepang, China, India. Tapi tetap saja perdagangan di AS yang paling besar dan sangat berpengaruh," katanya.
 
Sofjan menambahkan, dampak kemenangan Obama baru terasa di Indonesia ataupun negara lain setelah 1-2 tahun. Karena dalam masa itu Obama akan fokus menyelesaikan masalahnya di dalam negeri dulu. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads