Harga BBM Diusulkan Dievaluasi Tiap Kuartal

Harga BBM Diusulkan Dievaluasi Tiap Kuartal

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2008 14:10 WIB
Harga BBM Diusulkan Dievaluasi Tiap Kuartal
Jakarta - Harga minyak dunia yang naik-turun membuat pemerintah harus melakukan terobosan kebijakan baru diantaranya dengan melakukan evaluasi atau penyesuain harga bahan bakar minyak (BBM) setiap kuartal.

Sehingga penetapan harga BBM bisa sesuai dengan pergerakan harga minyak dunia yang fluktuatif meskipun masih disubsidi. Diantaranya dengan mempertimbangkan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP).

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Energi dan Resource Kadin Dito Ganinduto disela-sela acara Rakornas Kadin bidang kerjasama internasional, di Jakarta, Rabu (5/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau bisa harga BBM dievalusai setiap kuartal misalnya sekarang harga ICP US$  70 maka BBM bisa turun Rp 800 kalau nanti satu kuartal ICP turun lagi maka harga turun lagi tapi tetap harus ada bantalannya untuk menjaga  sewaktu-waktu jika  harga berubah," kata Dito.

Ia menambahkan, mekanisme ini menang belum ada dalam APBN 2009,  namun bisa saja diatur dalam APBNP 2009, jika pemerintah mau menerapkan hal ini.

Sementara itu Ketua Umum  Kadin MS Hidayat mengatakan hal yang  sama bahwa sekarang pemerintah sudah seharusnya menurunkan harga BBM menyusul harga minyak mentah yang telah turun US$ 70 per barel.

"Sekarang BBM  bisa diturunkan Rp 500 sampai Rp 1000, kalau perlu premium dikasih floating saja," katanya.

Kadin Teken MoU dengan OBG


Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggandeng Oxford Business Group (OBG) sebagai mitra penerbitan The Report: Indonesia 2009.

The report Indonesia 2009 merupakan penerbitan ketiga dalam panduan berbisnis di Indonesia teruatam dalam pedoman kegiatan investasi asing untuk menarik bagi para investor.

Diantaranya mengenai  kondisi makro ekonomi, infrastruktur, kondisi politik, perbankan, pembangunan sektoral dan lain-lain.

OBG merupakan perusahaan global riset dan firma konsultasi terkemuka di dunia. Dalam kerjasama ini Kadin akan membantu tim analisis OBG selama 6 bulan untuk melakukan riset.

"Kadin  punya tujuan yang sama dengan OBG yaitu meningkatkan  lebih banyak peluang bisnis di Indonesia," kata Hidayat.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads