PLN Siap Impor Batubara

PLN Siap Impor Batubara

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2008 15:04 WIB
PLN Siap Impor Batubara
Jakarta - Krisis pasokan batubara biasanya terjadi di tiap akhir tahun. PLN pun tak mau kecolongan dan memilih membuka impor batubara ketimbang harus terjadi pemadaman.
 
Kepala Bidang Energi Batu bara PLN Pudji Widodo menjelaskan, pihaknya sudah membuka penawaran kepada 24 perusahaan batubara Australia.
 
"Kami sudah sampaikan penawaran para anggota asosiasi batubara Australia yang berjumlah 24 perusahaan. Kalau dengan China dan India masih kita jajaki karena kita belum tahu alamat produsen di sana," katanya ketika dihubungi wartawan, Rabu (5/11/2008).
 
Selain itu, PLN kini juga sedang menjajaki penawaran pada produsen-produsen batubara di China dan India.
 
Menurut Pudji, pasokan dari Australia ini akan digunakan untuk memasok ke PLTU Tanjung Jati B, PPLTU Paiton yang dikelola Paiton Energy Company, dan PLTU Suralaya sebanyak 300 ribu ton.
 
"Ini untuk bid Desember-Maret, spesifikasi dari Australia ini cocok dengan pembangkit PLN. Kalaupun tidak masuk masih bisa kita blending dengan stok yang ada," katanya.
 
PLN mengaku terpaksa impor karena kesulitan mendapatkan batubara dari produsen dalam negeri karena masalah harga.
 
Padahal di sisi lain, pasokan batubara bagi pembangkit PLN jadi makin genting terutama menjelang musim hujan dimana banyak gelombang tinggi.
 
"Pokoknya kita antisipasi pasokan batubara untuk Januari pada saat gelombang tinggi. Minimal untuk pulau Jawa stok bisa 2 bulan ke depan," katanya.
 
Sementara Dirut Fahmi Mochtar ketika dikonfirmasi, menyatakan, kebijakan impor batubara untuk pembangkit PLN belum final. Selama pasokan bisa terpenuhi dari dalam negeri, maka impor tidak dilakukan.
 
"Kita masih mengandalkan produksi dalam negeri dan sekarang dalam penataan untuk security of supply kebutuhan batubara pembangkit batubara PLN baik kontrak jangka panjang maupun spot, dan PLN berharap produsen dalam negeri ada keberpihakan pada kebutuhan nasional," katanya.
 

(lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads