Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (5/11/2008).
"Nanti akan dicocokkan antara perhitungan di APBN dan perhitungan dorongan bagi sektor riil. Mana yang lebih cocok. Jadi kalau diturunkan harga BBM kan akan membantu konsumen, daya beli, itu masih dicocokkan dahulu. Pembahasan masih belum sampai, exercise masih dilakukan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanyakan berapa skenario penurunan harga yang disiapkan, Anggito mengatakan kalau penurunan lebih mudah, nggak banyak skenarionya.
"Saya kira pertimbangannya gak hanya masalah APBN tetapi juga juga ada petimbangan-pertimbangan insentif bagi sektor riil apa yang paling cocok dalam situasi sekarang ini," ujarnya.
(ddn/ir)











































