Demikian ditegaskan Dirut Fahmi Mochtar usai rapat dengan Wapres di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (6/11/2008).
"Kita bukannya mau impor, tapi benchmarking. Kalau di luar negeri memasok harganya bagaimana, karena kalau dari pemasok dalam negeri harusnya ada keberpihakan, dong," katanya.
Ia mengakui beberapa pembangkit PLN membutuhkan tambahan pasokan batubara. Volume kebutuhan batubaranya pun bervariasi, ada yang 5.000 ton per hari, 6.000 ton per hari, atau 10.000 ton per hari.
Menurut Fahmi, tambahan pasokan batubara ini dibutuhkan karena kontrak pengadaan batubara sebelumnya sudah habis, sehingga perlu ada kontrak baru.
"Kita minta tambahan pasokan, ternyata pemasok lama kita belum tentu bisa. Kita coba dari produsen lain, ternyata dari produsen lain ini harganya lebih tinggi. Bahkan ada yang sampai dua kali lipat," katanya.
(lih/qom)











































