"Diharapkan dengan penurunan harga BBM ini pertumbuhan ekonomi triwulan keempat mendekati 6 persen," ujar Menkeu Sri Mulyani di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (6/11/2008).
Sebelumnya pemerintah dan DPR menargetkan pertumbuhan ekonomi selama tahun 2008 secara keseluruhan ditargetkan pada 6,3 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah akan mengevaluasi secara bulanan terhadap harga BBM premium tersebut. Dengan demikian, pergerakan harga premium secara bulanan akan bisa merefleksikan nilai atau harga dari BBM tersebut namun tetap bisa didanai secara sustainable oleh APBN kita terutama APBN 2009," ujarnya.
Menkeu yakin meski ada penurunan harga BBM di tahun ini tidak akan terlalu mempengaruhi postur APBN tahun depan.
"Kami dalam panitia anggaran atau bahkan presiden sendiri yang akan melakukan komunikasi dan konsultasi DPR mengenai kebijakan tersebut dan terutama dampaknya pada APBN 2009 yang kita akan upayakan untuk bersifat netral. Artinya tidak akan menyebabkan postur APBN 2009 mengalami perubahan," ujarnya.
Dengan demikian, lanjut Sri Mulyani, hal ini juga akan tetap menjaga kepercayaan para pelaku usaha, pengamat pasar terhadap ketahanan dan kemampuan APBN di dalam menjalankan fungsinya terutama dalam memperbaiki kesejahteraan masyarakat.
(ddn/qom)










































