Target Laba Krakatau Steel Rp 1 Triliun Bakal Meleset

Target Laba Krakatau Steel Rp 1 Triliun Bakal Meleset

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2008 18:22 WIB
Target Laba Krakatau Steel Rp 1 Triliun Bakal Meleset
Cilegon - Target pencapaian laba optimis PT Krakatau Steel (KS) pada tahun 2008 sebesar Rp 1 triliun dipastikan bakal meleset. Penyebabnya selain daya beli pasar baja dunia yang melemah akibat krisis global, tren penurunan harga yang sekarang terjadi bakal mengoreksi pendapatan KS.

Namun target besaran laba dari pemegang saham KS sebesar Rp 430 miliar sudah terlampau dari hasil perolehan lama selama 9 bulan terakhir di 2008.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama KS Fazwar Bujang usai acara peresmian sekolah Madrasah program CSR KS, di Cilegon, Banten, Kamis (6/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada waktu bulan Agustus kita bisa optimistis lebih dari Rp 1 triliun, kalau tercapai maka rekor karena belum pernah. Namun dengan kondisi seperti ini akan sulit tercapai, InsyaAllah target Rp 430 miliar dari pemegang saham InsyaAllah bisa terlampaui," katanya.

Senada dengan Fazwar, Komisaris Utama KS Taufiqurrahman Ruki mengatakan hingga bulan Oktober pencapaian laba dari rencana kerja pemerintah (RKP) dan target pemegang saham sudah terlampaui.

"Tetapi masalahnya sampai 3 bulan terakhir apakah bisa mempertahankan itu," kata Ruki.

Namun ia menegaskan hingga akhir Desember kinerja keuangan KS tidak akan mengalami kerugian. Dikatakannya faktor utama yang membuat pihaknya agak pesimistis karena dampak krisis global telah menurunkan daya beli negara konsumen baja dunia, sehingga harga baja menukik turun.

"Jelas sekarang ini kita tidak bisa menghindar dengan sumber pendanaan yang jelas terganggu,  sales kita juga terganggu. Kita sudah mengalami penurunan sejak akhir hari raya," timpal Fazwar.

Meskipun begitu, terkait dana sosial KS (CSR) KS akan tetap berkomitmen untuk tetap menyalurkan dana CSR, atau bahkan akan meningkatkannya pada tahun depan. Tahun ini saja dana CSR KS dianggarkan Rp 4 miliar dan dana bergulirnya mencapai Rp 15 miliar. "Tahun depan tidak akan kurang dari tahun ini," tambah Fazwar. (hen/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads