Pengusaha menilai penurunan Premium sudah sepantasnya dilakukan oleh pemerintah pada saat ini, ketika harga minyak mentah dunia kian luruh.
"Kenapa hanya Premium yang diturunkan, kenapa Solar tidak, saya tidak tahu kenapa pemerintah seperti itu," kata Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono saat dihubungi detikFinance, Kamis (6/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan dengan penurunan BBM keseluruhan tentunya akan berdampak positif bagi semua sektor usaha termasuk semen. Mengingat selama ini harga jual semen sangat didominasi dari ongkos transportasi, namun karena Solar tidak turun, dampak langsung bagi industri semen tidak ada.
Sementara itu Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan bahwa penurunan Premium langkah tepat dari pemerintah karena akan membantu meringankan beban biaya di sektor transportasi.
"Berapapun penurunannya, kalau memang waktunya turun yah harus turun," timpal Gunadi.
Gunadi yakin walaupun penurunannya tidak signifikan, namun akan berdampak bagi perekonomian secara keseluruhan termasuk inflasi. Sedangkan dari sisi industri sepeda motor penurunan ini secara tidak langsung memberikan angin segar bagi sektor otomotif.
"Pasti permintaan motor akan tetap tinggi, bukan hanya ditopang oleh BBM yang murah (turun) tapi perlu dukungan dari lembaga pembiayaan," serunya. (hen/ddn)











































