Jika rencana awal kedua pembangkit itu beroperasi pada pertengahan dan akhir 2010, maka akan dipercepat menjadi awal 2010.
Demikian disampaikan Dirut PLN Fahmi Mochtar kepada detikFinance usai rapat dengan Wapres di Istana Wapres, Jakarta, Kamis (6/11/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena dananya sudah ada, jadi kita akan berusaha mempercepat pembangunan dua pembangkit ini," katanya.
Kemajuan pembangunan PLTU Paiton sendiri saat ini sudah mencapai 42%, sementara PLTU Suralaya mencapai 51%. Menurut Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10.000 MW, perkembangan pembangunan tersebut termasuk sesuai rencana mengingat keduanya baru akan beroperasi pada 2010.
"Semua progress saat ini memang sesuai rencana," katanya.
Meski kemajuan pembangunannya baru setengah, namun komitmen pendanaan untuk kedua pembangkit ini baik dalam rupiah maupun valas sudah didapat.
Dana valas yang sudang dikantongi PLN untuk kedua pembangkit ini berasal dari CEXIM untuk Paiton sebesar US$ 330,825 juta dan untuk Suralaya sebesar US$ 284 juta. Sedangkan untuk pendanaan rupiah didapat dari bank dalam negeri untuk Paiton sebesar Rp 600 miliar dan untuk SUralaya sebesar Rp 755 miliar. (lih/qom)











































