Harga minyak kontrak utama New York, yakni minyak jenis light sweet crude di perdagangan Asia untuk pengiriman bulan Desember berada di level US$ 59,97 per barel. Angka ini merupakan harga terendah sejak Maret 2007, namun harga kembali meningkat ke US$ 60,52 per barel.
Sedangkan minyak Brent North Sea crude, untuk pengiriman bulan yang sama turun 81 sen dolar ke level US$ 56,62 per barel dari harga penutupan hari Kamis sebesar US$ 57,43 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertumbuhan ekonomi negara maju diperkirakan hanya 0,3 persen di 2009, jauh lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 0,5 persen.
Akibat kabar yang tidak menyenangkan itu, harga minyak terus merosot dari posisi rekornya pada bulan Juli 2008 yang mencapai US$ 147 per barel. Pelemahan ekonomi khususnya di AS dikhawatirkan akan mengurangi permintaan minyak, akhirnya harga pun terbawa turun terus.
"Isu besar yang masih mempengaruhi sentimen investor adalah keadaan ekonomi global," demikian pernyataan dari analis State Street Global Markets.
Sementera itu Badan Energi Internasional (IEA) pada hari Rabu memperkirakan harga minyak akan kembali rebound ke US$ 100-200 pada tahun 2030.
Dalam laporan mengenai outlook harga minyak, badan energi itu memperkirakan harga minyak akan berada pada kisaran rata-rata US$ 100 per barel dari tahun 2008-2015. (ddn/qom)











































