Hal tersebut disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (7/11/2008).
"Ya kita sedang hitung terus secara bertahap. Semua tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan penurunan. Kira-kira yang realistisnya kalau (harga minyak) sudah ke US$ 60 pas dan stabil 1-2 bulan. Itu baru akan ubah lagi," ujarnya.
Β
Paskah menuturkan penyesuaian harga solar dan minyak tanah bisa dilakukan kalau harga minyak sudah flat di level tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ini akan meningkatkan daya beli masyarkat, itu pasti. Tapi dengan turunnya BBM memang belum signifikan karena masih duluan hitungannya hanya mampu sampai Rp 500 sampai Desember. Tapi pasti bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat karena daya beli mulai bertambah," ujarnya.
Pemerintah hanya menurunkan harga Premium sebesar Rp 500 karena hitung-hitungannya harus disesuaikan dengan pengeluaran. "Jadi tidak bisa kita menurunkan seperti pada kenaikan Mei 27,8%," ujarnya. (dnl/ddn)











































