Minimnya Suplai Batubara Hambat Konversi Energi

Minimnya Suplai Batubara Hambat Konversi Energi

- detikFinance
Minggu, 09 Nov 2008 10:55 WIB
Minimnya Suplai Batubara Hambat Konversi Energi
Bandung - Konversi energi beberapa perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) terbentur pasokan batubara. Jika ini dibiarkan akan mengganggu aksi konversi energi dari BBM ke batubara.

Padahal dengan konversi ini bisa menekan biaya energi hingga 10%. Di tengah tekanan krisis global tentunya efisiensi produksi sangat dibutuhkan sektor TPT.

"Sekarang yang kita dorong adalah mengurangi BBM, termasuk bergeser ke batubara. Industri  yang sudah memakai boiler umumnya memakai batu bara. Tapi kendalanya adalah suplai batubara dan isu lingkungan," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Ansari Bukhari dalam acara diskusi Departemen Perdagangan, Sabtu malam (8/11/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ansari pihaknya sudah lama mendorong sektor TPT untuk segera melakukan konversi energi dari batubara khususnya pada saat harga BBM sedang tinggi beberapa waktu lalu. "Dengan beralih ke batubara, maka bisa meningkatkan efisiensi penghematan 10%," imbuhnya.

Terlebih lagi sektor TPT membutuhkan efisiensi ditengah ancaman anjloknya permintaan ekspor TPT Indoensia pada saat krisis ini.

Sehingga ia mengharapkan pasokan batubara dari produsen batubara bisa lancar, meskipun harga batubara saat ini mengalami fluktuasi di pasar internasional.

Mengenai isu lingkungan, lanjut Ansari, pihaknya telah mendorong industri TPT yang telah memiliki pembangkit batubara bisa memanfaatkan hasil residu B3 batubara atau ampasnya untuk dijadikan produk tambahan seperti bata blok, bata dan lain-lain

"Mengolah menjadi bata blok di Majalaya sudah ada, sifatnya untuk mengolah itu wajib karena itu B3 berdasarkan PP No 85 tahun 1999," jelasnya.

(hen/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads