Tidak Adil Kalau Hanya Premium Yang Turun Harga

Tidak Adil Kalau Hanya Premium Yang Turun Harga

- detikFinance
Minggu, 09 Nov 2008 13:05 WIB
Tidak Adil Kalau Hanya Premium Yang Turun Harga
Jakarta - Pemerintah akan menurunkan harga bahan bakar bensin Premium sebanyak Rp 500 menjadi sebesar Rp 5.500 per liter pada 1 Desember 2008. Sementara harga bahan bakar Solar tidak mengalami perubahan, tetap berada di kisaran Rp 5.500 per liter.

Menurut Pengamat Ekonomi Sri Adiningsih, harga bahan bakar Solar per liter seharusnya mengikuti penurunan harga bensin Ppremium. "Harga minyak dunia kan sudah turun, seharusnya ada penyesuaian juga terhadap harga solar," ungkapnya kepada detikFinance, Minggu (9/11/2008).

Ia mengatakan, tidak adil jika pemerintah hanya menurunkan harga Premium saja. "Intinya, pemerintah seharusnya tidak mengambil keuntungan dari BBM. Terutama dari Solar yang seharusnya harganya ikut turun," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengatakan, saat ini konsumsi Solar di dalam negeri cukup tinggi, terutama digunakan oleh sektor industri dan angkutan umum. Pemerintah bisa mendapat untung cukup banyak jika harga Solar tidak ikut turun.

"Penurunannya harus tetap mengacu pada harga minyak mentah dunia, besar atau kecilnya tergantung acuan itu," katanya.

Pemerintah hingga saat ini baru berencana menurunkan harga Premium karena BBM jenis itu yang paling mendekati harga keenomiannya. (ang/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads