"Revisi dari outlook Korea mencerminkan kekhawatiran penurunan leverage dari sistem perbankan akan mengurangi kekuatan kredit luar negeri pemerintah apalagi jika disertai dengan intervensi bank sentral dalam pasar uang untuk menyokong nilai tukar," ujar James McCormack, head of Asia sovereigns Fitch dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (10/11/2008).
Lembaga peringkat itu mengatakan, pemerintah Korsel telah merespons cepat permasalahan yang terjadi di perbankan dengan menyiapkan fasilitas swap mata uang asing senilai US$ 30 miliar dan program penjaminan sebesar US$ 100 miliar bagi pinjaman yang dilakukan oleh bank-bank di Korea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fitch memperkirakan Korsel membutuhkan pembiayaan dari luar negeri sebesar US$ 211 miliar pada tahun depan.
Sementara itu bank sentral Korea juga sudah mengeluarkan miliaran dolar AS untuk mencegah pelemahan won, yang tercatat sebagai mata uang berkinerja paling buruk dalam tahun ini. Intervensi inilah yang menyebabkan Fitch menurunkan outlook Korsel.
Bank sentral Korea (BoK) juga sudah menyepakati fasilitas swap valas dengan bank sentral AS senilai US$ 30 miliar, selain itu swap yang sama juga tengah dibahas dengan China dan Bank Jepang.
Rating Malaysia
Senada dengan Korea, Fitch juga menurunkan outlook rating Malaysia dari stabil ke positif. Alasannya penurunan harga minyak dan komoditas lain akan mempengaruhi neraca pembayaran Malaysia.
Sementara itu, Fitch belum mengeluarkan outlook rating Indonesia yang baru, namun S&P tetap mempertahankan outlook Indonesia pada posisi stabil.
(ddn/qom)











































