Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan, keputusah ini diambil karena pada bulan Desember 2008 dan Januari 2009 memasuki musim gelombang yang bisa menyulitkan distribusi batubara.
"Kita sudah rapat, kita kumpulkan semua perusahaan batubara dan PLN. Untuk 2008, PLN butuh 2,4 juta ton. Memang ini permintaan mendadak, tapi agar tidak terjadi masalah pasokan listrik, kita carikan untuk PLN," ujarnya dalam keterangan pers di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2008).
Pasokan tambahan 2,4 juta ton itu sebagian akan digunakan untuk pembakaran dan sebagian lagi dipakai untuk ketahanan stok 30 hari. Sementara untuk masalah harga yang menjadi ketidakcocokkan antara PLN dan produsen akan difasilitasi oleh pemerintah.
Seperti diketahui, PLN membutuhkan tambahan pasokan batubara untuk beberapa pembangkitnya yang sedang kritis stok batubara. PLN mengaku kesulitan mendapatkan pasokan batubara dari dalam negeri sehingga berencana melakukan impor batubara dari luar negeri.
Namun niatan PLN ini langsung ditangkis pemerintah karena pasokan batubara dalam negeri sebenarnya mencukupi, bahkan banyak batubara yang diekspor.
(lih/qom)











































