Harga Elpiji 3 Kg Takkan Turun

Harga Elpiji 3 Kg Takkan Turun

- detikFinance
Senin, 10 Nov 2008 14:35 WIB
Harga Elpiji 3 Kg Takkan Turun
Jakarta - Penurunan harga elpiji 3 kg yang disubsidi pemerintah hingga kini belum memungkinkan. Anggaran negara sudah tidak kuat menampung beban subsidi lebih banyak lagi.
 
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyampaikannya dalam keterangan pers di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Senin (10/11/2008).
 
"Kalau elpiji 3 kg turun juga, subsidi akan makin bengkak. Padahal subsidi kita sudah banyak ditambah dengan penurunan harga Premium kemarin," katanya.
 
Subsidi BBM dan LPG yang digelontorkan pemerintah hingga November 2008 diperkirakan mencapai Rp 136,6 triliun. Jika harga minyak terus naik, maka subsidi tersebut bisa makin membengkak.
 
Data Departemen ESDM menyebutkan, jika harga minyak Indonesia (ICP) kembali ke level US$ 80 per barel, maka subsidi BBM dan LPG bisa mencapai Rp 145,22 triliun.

Namun jika ICP bertahan di US$ 60 per barel, maka subsidi BBM dan LPG sekitar US$ 140,48 triliun. Sementara jika ICP anjlok ke US$ 40 per barel, maka subsidi BBM dan LPG menjadi Rp 135 triliun.

Dengan ketidakpastian harga minyak, maka menjadi riskan bagi pemerintah untuk menurunkan harga elpiji dalam waktu dekat. Karena konsekuensinya, begitu harga elpiji turun, maka tidak bisa langsung dinaikan ketika harga elpiji di pasaran naik.
 
"Karena kalau turun sekarang, nggak bisa nanti langsung naik lagi. Harga kan gampang turun, sulit naik," katanya.
 
Sebelumnya, VP Gas Domestik Pertamina Wahyudin AKbar menjelaskan, harga elpiji di pasaran masih bertengger di kisaran Rp 8.000 per kg. Sementara harga jual di masyarakat untuk 3 kg adalah Rp 4.250/kg, sehingga masih ada selisih sekitar Rp 3.750/kg yang harus ditanggung pemerintah.

(lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads