Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (10/11/2008).
"Anggota G20 mendukung usulan Indonesia mengenai mekanisme support bagi pendanaan pembangunan di emerging markets yang berfundamental baik namun terkena imbas dari tidak berfungsinya pasar akibat dampak krisis keuangan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Menkeu mengatakan negara-negara G20 juga menyetujui pandangan Indonesia dan mengadopsinya ke dalam komunike G20 yaitu bahwa krisis kali ini menyebabkan tidak berfungsinya pasar ekuitas dan kredit internasional yang menyebabkan kesulitan pendanaan bagi emerging markets.
Dalam pertemuan itu Menkeu juga menyampaikan kepada G20 kondisi makro Indonesia masih cukup baik terlepas dari dampak krisis akibat reformasi sistem keuangan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2008 masih di atas 6% walaupun tahun depan diperkirakan dapat turun menjadi sekitar 5%.
Kemudian rasio debt to GDP Indonesia saat ini hanya sebesar 30%, sementara rasio pendanaan luar negeri hanya sebesar 20%.
Namun Menkeu mengatakan Indonesia menyadari tidak semua negara berkembang memiliki ketahanan seperti Indonesia sehingga Indonesia mengusulkan perlunya inisiatif internasional untuk memberikan dukungan pendanaan bagi negara berkembang guna meminimalisir dampak krisis terhadap kemampuan pendanaan bagi program-program pembangunan MDGs. (dnl/ddn)











































