G20 Dukung Pendanaan Bagi Negara Berkembang

G20 Dukung Pendanaan Bagi Negara Berkembang

- detikFinance
Senin, 10 Nov 2008 14:47 WIB
G20 Dukung Pendanaan Bagi Negara Berkembang
Jakarta - Negara-negara anggota G20 menyetujui usulan Indonesia mengenai pembentukan mekanisme dukungan pembangunan bagi negara-negara berkembang dalam mengatasi krisis internasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (10/11/2008).

"Anggota G20 mendukung usulan Indonesia mengenai mekanisme support bagi pendanaan pembangunan di emerging markets yang berfundamental baik namun terkena imbas dari tidak berfungsinya pasar akibat dampak krisis keuangan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkeu mengatakan langkah-langkah lain yang disepakati dalam pertemuan itu adalah pentingnya mengembalikan kepercayaan pasar terhadap sistem keuangan, upaya-upaya bersama mengatasi kelangkaan likuiditas internasional, reformasi arsitektur keuangan global yang lebih mencerminkan keterwakilan negara-negara berkembang serta mekanisme pengawasan yang lebih baik bagi sektor keuangan.

Selain itu Menkeu mengatakan negara-negara G20 juga menyetujui pandangan Indonesia dan mengadopsinya ke dalam komunike G20 yaitu bahwa krisis kali ini menyebabkan tidak berfungsinya pasar ekuitas dan kredit internasional yang menyebabkan kesulitan pendanaan bagi emerging markets.

Dalam pertemuan itu Menkeu juga menyampaikan kepada G20 kondisi makro Indonesia masih cukup baik terlepas dari dampak krisis akibat reformasi sistem keuangan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2008 masih di atas 6% walaupun tahun depan diperkirakan dapat turun menjadi sekitar 5%.

Kemudian rasio debt to GDP Indonesia saat ini hanya sebesar 30%, sementara rasio pendanaan luar negeri hanya sebesar 20%.

Namun Menkeu mengatakan Indonesia menyadari tidak semua negara berkembang memiliki ketahanan seperti Indonesia sehingga Indonesia mengusulkan perlunya inisiatif internasional untuk memberikan dukungan pendanaan bagi negara berkembang guna meminimalisir dampak krisis terhadap kemampuan pendanaan bagi program-program pembangunan MDGs. (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads