BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 5,3% Hingga 5,4%

BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 5,3% Hingga 5,4%

- detikFinance
Senin, 10 Nov 2008 18:11 WIB
BI: Pertumbuhan Ekonomi 2009 5,3% Hingga 5,4%
Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2009 hanya akan menyentuh angka 5%. Hal ini disebabkan karena faktor penurunan permintaan  produk ekspor Indonesia yang mengalami penurunan sejalan lesu perekonomian global.

Demikian disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono di gedung DPD Jakarta, Senin (10/11/2008).

Perkiraan pertumbuhan ekonomi 5%, didasarkan pada pertumbuhan ekonomi dunia yang sangat turun cepat sehingga berdampak pada permintaan terhadap barang-barang ekspor Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena nggak mungkin kalau pertumbuhan ekonomi dunia turun adjustment kita tetap tinggi, itu aneh. dan penurunan dari arah 6% ke 5%, itu juga diatas 5 % bisa saja 5,3 sampai 5,4%," ucapnya.

Bahkan ia menambahkan, kondisi saat ini sulit ditebak sehingga agak sulit menetapkan pada angka yang tepat kisaran pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Hartadi mencontohkan  awalnya banyak pihak optimistis kalau pertumbuhan  ekonomi AS bisa mencapai 1,4%, namun kedepannya ternyata terjadi penurunan.

"Next month mungkin dibawah itu, kalau gebrakannya Obama belum kelihatan kredibel itu masih cukup besar penurunannya. Dunia pun memperkirakan sudah negatif tahun depan," katanya.

Untuk itu Hartadi menegaskan bahwa meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5%, yang terpenting adalah adanya kecukupan likuiditas harian terpenuhi.

BI juga  akan memonitor dari hari ke hari agar likuditas tidak  tersumbat. Hal ini penting dan akan menjadi prioritas BI meski BI rate  belum turun.

"Yang penting bagi kita kecukupan likuiditas untuk kegiatan ekonomi  jangan sampai macet, macet artinya ada orang yang feasible melakukan kegiatan ekonomi, dia nggak punya dana. investasi baru atau working capital harus tetap jalan, itu jangan sampai berhenti," paparnya.

(hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads