Â
Dirut PLN Fahmi Mochtar menjelaskan, semua pemasok itu merupakan produsen batubara yang mengantongi kontrak PKP2B dengan pemerintah.
Â
"Kami sudah mendapat 2,4 juta ton. Setiap lokasi pembangkit ada kebutuhan dan pemasoknya masing-masing. Sudah di fasilitasi, masing-masing setuju," katanya usai rapat dengan produsen batubara di Kantor Dirjen Minerbapabum, Jakarta, Senin (10/11/2008).
Â
Produsen batubara yang dimaksud antara lain adalah Berau Coal sebanyak 450 ribu ton, Kideco sebanyak 310 ribu ton, Adaro sebanyak 523 ribu ton, PTBA sebanyak 60 ribu ton. Lalu ada Gunung Bayan yang memasok 180 ribu ton, Arutmin memasok sebanyak 340 ribu ton, KPC sebanyak 180 ribu ton dan Jorong Barutama sebanyak 50 ribu ton.
Â
Batubara sebanyak itu akan dipasok ke PLTU Suralaya, PLTU Tanjung Jati B, PLTU Paiton yang dikelola PLN, PLTU Ombilin, PLTU Labuan Angin, PLTU Paiton yang dikelola Paiton Energy Company (PEC), dan PLTU Cilacap.
Â
"Tambahan pasokan ini supaya bisa memenuhi stok bahan bakar minimal 30 hari," katanya.
(lih/qom)











































