Penerimaan Pajak Mulai Seret

Penerimaan Pajak Mulai Seret

- detikFinance
Selasa, 11 Nov 2008 14:50 WIB
Penerimaan Pajak Mulai Seret
Jakarta - Pertumbuhan penerimaan pajak pada bulan Oktober 2008 mulai memperlihatkan perlambatan. Jika pertumbuhan bulan sebelumnya bisa mencapai 39-40%, penerimaan pajak non migas pada Oktober 2008 hanya tumbuh 22% dibandingkan Oktober 2007.

Menurut Dirjen Pajak Darmin Nasution, penurunan penerimaan pajak ini dipicu krisis ekonomi global yang terjadi belakangan ini.

"Pertumbuhan penerimaan di bulan Oktober sedikit melambat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Tiap bulan pertumbuhannya biasanya 39-40%, tapi pada Oktober ini hanya 22%. Jadi dampak krisis keuangan dunia sudah mulai terlihat walau belum signifkan terhadap penerimaan pajak kita," katanya dalam keterangan pers di Kantor Ditjen Pajak, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (11/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darmin mengatakan, pertumbuhan pajak yang melambat ini terutama dipengaruhi penurunan penerimaan PPN impor karena pertumbuhan impor yang memang mulai melambat.

"Jadi dari penerimaan yang melambat ini banyak terpengaruh impor akibat krisis finansial yang terjadi. Kita tahu dengan krisis finansial ini pembiayaan jadi sulit, likuiditas juga mengetat. Disamping itu juga pengusaha masih menerka-nerka tingkat produksi untuk beberapa bulan kedepan. Ini mempengaruhi impor," ujarnya.

Untuk 2009, guna mengantispasi perlambatan pertumbuhan pajak akibat krisis yang terjadi, Darmin mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi.

"Amandemen UU PPh dan amandemen UU PPN dan PPnBM sebenarnya sudah memberikan stimulus sehingga pembayaran pajak di tahun depan akan lebih meningkat di tengah situasi krisis yang terjadi," ujarnya.

Meski pertumbuhan pada Oktober mulai melambat, Darmin mengatakan di akhir tahun total penerimaan pajak dipastikan akan tetap berada di atas target APBNP 2008.

"Jadi sekarang ini yang ditanyakan bukan mencapai target atau tidak, tapi berapa besaran penerimaan pajak diatas target," katanya.

(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads