Pada periode kuartal IV yang berakhir 28 September 2008, laba Starbucks tercatat hanya US$ 5,4 juta yang berarti turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 158,5 juta. Penurunan tajam laba bersih Starbucks itu terutama disebabkan karena adanya biaya restrukturisasi.
Total pendapatan Starbucks hanya tumbuh 3% menjadi US$ 2,5 miliar dibandingkan sebelumnya US$ 2,4 miliar. Penutupan sebagian kedai di AS termasuk penjualan yang merosot ikut memberikan kontribusi penurunan penjualan hingga 8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Starbucks memperkirakan pendapatan dari unit bisnisnya di Inggris dan Kanada, yang merupakan salah satu andalan pendapatannya, akan turun.
Chief Executive Starbucks Howard Schultz mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan restrukturisasi yang menurunkan biaya tetap dan menghasilkan perubahan di sejumlah kedai. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat pendapatan Starbucks di tahun 2009, meski lingkungan perekonomian belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
"Kami sepertinya akan lebih tangguh dari pada merek premium lain," ujar Schultz seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/11/2008). (qom/ir)











































