JK Minta PT Pos Hati-hati Berekspansi

JK Minta PT Pos Hati-hati Berekspansi

- detikFinance
Selasa, 11 Nov 2008 16:50 WIB
JK Minta PT Pos Hati-hati Berekspansi
Jakarta - PT Pos Indonesia tengah menyiapkan sejumlah rencana ekspansi di tahun 2009. Namun Wapres Jusuf Kalla meminta agar PT Pos berhati-hati dalam ekspansinya, dan diperhitungkan betul cost and benefit-nya.

Permintaan Wapres itu disampaikan I Ketut Mardjana, Wakil Dirut PT. Pos Indonesia usai menemui Wapres di kantor Wapres, Jakarta, Selasa (11/11/2008). Mardjana didampingi oleh Fachri Ali Ketua Komite Kebijakan Publik di BUMN.

Ia menjelaskan, kedatangannya kali ini adalah untuk melaporkan berbagai perkembangan PT Pos termasuk rencana-rencana ke depannya. Menurutnya, PT Pos kini memiliki jaringan yang sangat luas dan bisa menjadi aset berharga bagi BUMN tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"PT Pos potensinya bisa menjadi The Biggest Post in Asia," ujarnya.

Saat ini, bisnis inti PT Pos adalah di bidang mail atau surat menyurat yang memberikan kontribusi hingga 67% dari total pendapatan. Sisanya adalah dari logistik dan layanan keuangan. Ke depan, PT Pos ingin ketiga bisnis intinya itu bisa memberikan kontribusi yang berimbang, dan tak hanya terpusat pada bisnis surat menyurat.

Selain itu, PT Pos online yang selama ini menjadi cost center akan diubah menjadi profit center. Infrastruktur juga akan ditambah dan dimodernisasi.

"Kita gunakan base operasional sampai ke seluruh pelosok Indonesia. Untuk logistik, potensinya tidak hanya paket tapi juga pengemasan barang-barang. Itu luar biasa potensinya, tapi belum diambil," katanya.

Untuk semua rencana ekspansi itu, PT Pos telah menyiapkan pendanaan dari 3 sumber yakni internal PT Pos, kemitraan dan non core business. Untuk bisnis non inti misalnya adalah, tanah menganggur akan dibangun kantor.

Bagaimana tanggapan Wapres JK?

"Pada prinsipnya Wapres mendukung laporan pengembangan PT Pos, hanya saja sedikit hati-hati karena harus dihitung  cost benefitnya," imbuh Mardjana.

PT Pos tidak mengharapkan adanya suntikan dana dari pemerintah untuk membantu ekspansi ini. PT Pos hanya berharap banyak mendapatkan proyek pemerintah.

"Saya kira APBN kita sudah berat, PT Pos tidak terlalu mengharapkan injeksi, tapi cukup suport-suport terhadap proyek-proyek yang ada di pemerintah untuk kita yang bisa menangani seperti penyaluran BLT, tabung gas dll," katanya.

Demikian pula untuk distribusi surat suara pemilu, PT Pos berharap bisa mendapatkannya meski harus melalui tender. "Dengan jaringan kita yang luas kita berusaha memenangkan tender," katanya.

Mardjana mengungkapkan, PT Pos saat ini memiliki omset Rp 2,4 triliun dengan laba tahun 2008 diperkirakan mencapai Rp 30 miliar. Untuk tahun 2009, PT Pos mengharapkan ada pertumbuhan pendapatan hingga 50%.
(qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads