Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam peluncuran Bio Solar untuk industri di Depo Plumpang, Jakarta, Selasa (11/10/2008).
"Plumpang akan menjadi pusat blending BBN, dan DMO untuk itu masih akan dibahas, belum ditentukan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, pemerintah berniat mengoptimalkan pasokan CPO dalam negeri dengan mewajibkan para produsen BBN menyediakan pasokan untuk dalam negeri.
"Ini terobosan dari kita, buffer stok untuk stabilkan harga CPO. Ini kesempatan mengoptimalkan CPO dalam negeri. Kebutuhan solar saat ini 3,4 juta kilo liter setahun, suplai yang tersedia 2,5 juta kilo liter. Jadi regulasi dibuat untuk optimalkan dalam pasokan dalam negeri," tambahnya.
Pertamina menargetkan seluruh SPBU-nya di Indonesia akan menjual BBN pada 2010. Secara bertahap, penjualan BBN akan menjangkau seluruh Jawa dan Bali di akhir 2008. Rencana ini akan diperluas pada 2009 ke Sumatera, Kalimantan, Makasar dan Sulawesi Selata.
Hingga saat ini, rata-rata penjualan untuk Bio Solar 80.600 kl per bulan, sebanyak 9.500 kl per bulan untuk Bio Premium dan 1.651 kl per bulan untuk Bio Pertamax.
(lih/qom)











































