Pemerintah Baru 2009 Dihantui Krisis Finansial Global

Pemerintah Baru 2009 Dihantui Krisis Finansial Global

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2008 10:43 WIB
Pemerintah Baru 2009 Dihantui Krisis Finansial Global
Jakarta - Pemerintah baru yang terpilih pada Pemilu 2009 akan menghadapi tantangan yang tidak mudah dengan kondisi dunia yang sedang mengalami krisis sektor finansial.

Hal ini dikatakan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam sambutannya di seminar bertajuk "Peran Strategis Internal Auditor Pemerintah Dalam Upaya Pencegahan Kebocoran pengelolaan Keuangan Negara Melalui Audit Perencanaan dan Risiko" di Kantor Bappenas, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (12/11/2008).

"Lima tahun mendatang bukan hal yang mudah bagi siapa pun yang memerintah nanti. Krisis global yang terjadi saat ini tidak bisa ditanggulangi dalam waktu 1-2 tahun saja," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Paskah diperkirakan dalam 5 tahun mendatang Indonesia masih dihantui oleh dampak krisis finansial global yang akan berbuntut panjang ini.

"Membangun confidence atau kepercayaan itu lebih sulit daripada hanya mem-bailout. Seperti di Amerika Serikat dimana mereka melakukan bailout US$ 700 miliar tapi masih sulit untuk membalikkan confidence, karena memakan waktu," jelasnya.

Paskah juga mengatakan Bappenas sedang mempersiapkan kerangka rencana kerja pemerintah untuk 5 tahun mendatang yang akan menjadi rujukan tiap kandidat presiden dalam Pemilu 2009 nanti.

"Dalam UU Pilpres ada pasal yang mewajibkan tiap calon presiden nanti harus menyampaikan visi dan misinya dengan merujuk kepada rencana pembangunan yang dibuat nanti," katanya.

Paskah juga mengatakan situasi krisis saat ini lebih sulit dihadapi ketimbang masa krisis regional yang lalu.

"Kalau dulu waktu krisis regional kita ada jalan lain, tapi saat ini sulit karena seluruh dunia menghadapinya," ujarnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads