Pembangunan 10.000 MW di Luar Jawa Baru 7,49%

Pembangunan 10.000 MW di Luar Jawa Baru 7,49%

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2008 13:58 WIB
Jakarta - Proses pembangunan pembangkit 10.000 MW yang berlokasi di luar Jawa baru mencapai 7,49%. Kesulitan mencari pendanaan menjadi alasan kuat terhambatnya proyek ini.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam paparannya di rapat dengan DPD di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (12/11/2008).

"Dari 25 proyek yang direncanakan di luar Jamali (Jawa Madura Bali) sebanyak 22 proyek sudah kontrak, sebagian proyek memasuki konstruksi dengan kemajuan rata-rata 7,49," katanya dalam paparan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk pembangunan pembangkit 10.000 MW yang berlokasi di Jawa, Madura, dan Bali hampir semuanya sudah terkontrak dengan kemajuan pembangunan 41,74%. Dari 10 pembangkit yang akan dibangun di Jamali, 9 diantaranya sudah mengantongi kontrak pembangunan. Sisanya, tinggal satu pembangkit yaitu PLTU 2 Jawa Tengah yang masih dalam proses tender.

"Sebanyak 9 proyek dengan kapasitas 9.860 MW telah dilakukan kontrak dan memasuki tahap konstruksi dengan kemajuan rata-rata 41,74%. Sisanya satu proyek PLTU 2 Jawa Tengah 1x600 MW sedang dalam proses tender," katanya.

Purnomo menjelaskan, keterlambatan proses pembangunan pembangkit yang sudah direncanakan lebih disebabkan sulitnya mencari pendanaan, terutama untuk pembangkit di luar Jamali.

"Kami tetap optimistis semua proyek tetap berjalan dari rencana semula," ujarnya.

Program pembangunan 10.000 MW tahap pertama direncanakan rampung 2011, sementara tahap kedua diharapkan selesai pada 2014. Pada 2009 baru tiga pembangkit yang akan beroperasi dengan kebutuhan batubara 6 juta ton per tahun. Secara keseluruhan program 10.000 MW tahap pertama membutuhkan 31 juta ton per tahun. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads